Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti akan adanya peninggalan sejarah dan budaya Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang sangat potensial sebagai daya tarik pariwisata di Kalimantan Timur dan Indonesia. Sebagai daerah/kota peninggalan Kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang kaya akan tradisi dan budaya daerah, Kabupaten Kutai Kartanegara berusaha mempertahankan identitas daerah/kotanya. City branding merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk menunjukkan identitas daerah/kota dari Kabupaten Kutai Kartanegara.
Saat ini setiap daerah, kota/kabupaten ataupun negara, berlomba untuk menjadikan daerah mereka menjadi tujuan pariwisata. Bahkan, di negara-negara maju, hal ini menjadi salah satu topik hangat oleh place marketing professionals dan politikus (Morgan dkk., 2004: 5). Lebih lanjut lagi, di Indonesia, kompetisi untuk menjadikan kota-kotanya menjadi tempat pariwisata terasa sangat kuat, khususnya setelah era otonomi daerah.
Secara khusus, daya saing Indonesia dalam industri kepariwisataan berada di bawah rata-rata dunia maupun rata-rata wilayah Asia Pasifik. Dapat dilihat pada Gambar I.1, dibandingkan negara-negara tetangga di wilayah ASEAN dan Australia, daya saing Indonesia hanya lebih tinggi dari daya saing Vietnam, Filipina, Kamboja, dan Timor Leste (Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, 2012: 32).
