Apa Saja Rangkaian Upacara Adat Erau? Berikut Perayaan Erau di 3 Hari Pertama!

Festival budaya Erau, sebuah upacara adat yang berasal dari tanah Kutai. Menjadi salah satu upacara adat tertua di Indonesia. 

Upacara adat Erau berlangsung selama 8 hari 8 malam dengan serangkaian ritual. Lalu, bagaimana rangkaian acara Erau itu dilaksanakan? Di artikel ini, kita akan membahas 3 hari pertama ritual upacara adat Erau.

Bagaimana saja ritual di 3 hari pertama ini, berikut ulasannya:

  1. Perayaan Hari Pertama

Di hari pertama upacara adat Erau kamu akan menyaksikan ritual “menjamu benua”. Ritual ini dilaksanakan oleh beberapa belian. 

Tujuannya adalah untuk mengundang para 

leluhur, menyampaikan maksud pelaksanaan 

Erau, mohon perlindungan dan doa restu. 

  1. Perayaan Hari Kedua

Di hari kedua upacara adat Erau, kamu bisa menyaksikan pelaksanaan Beredar ke Kutai. 

Di sini para belian, pangkon atau orang-orang yang memangku perlengkapan upacara, dan kepala adat (tumenggung) berjalan berkeliling di dalam sebuah ruangan sebanyak 7 kali dengan menggunakan perlengkapan adat.

  1. Perayaan Hari Ketiga

Pada perayaan hari ketiga, tepatnya di pagi hari, kamu bisa menyaksikan seluruh undangan akan datang menggunakan pakaian kebesaran untuk menghadiri upacara mendirikan ayu sebagai tanda dimulainya Upacara Erau.

Sebelum pendirian ayu maka akan dibuat lebih dahulu beras tambak karang, beras yang memiliki tujuh warna serta anyaman daun kelapa sebagai pelengkapnya. 

Saat hari beranjak menjadi malam, acara dilanjutkan di keraton. Ritual dibuka oleh para belian dengan acara memanah dan menari tari Ganjar-Ganjur. 

Setelah para belian itu menari, raja akan dijemput oleh para belian. Sang raja akan dibawa ke tempat upacara, lalu diminta untuk naik ayu dan didudus atau disucikan. 

Selanjutnya, saat raja mengikuti perayaan. Para belian akan ‘membangunkan’ arwah leluhur dengan menggunakan rendu yang terbuat dari daun beringin, serta menggunakan pancaran yang terbuat dari kain kuning.

Upacara itu disebut gajah rendu.

Setelah itu, seorang kepala adat Tenggarong pergi ke Sungai Mahakam untuk mengambil air tuli.

Sebagian air akan dipergunakan untuk menyucikan ruangan dan sebagian lagi untuk ritual yang dinamai Berlimbur. Ritual yang akan dilaksanakan di hari terakhir. 

Rangkaian upacara di hari ketiga ini ditutup dengan sebuah acara sabung ayam dan 

menarikan tari Ganjar-Ganjur.

Nah, itu dia ritual yang dilaksanakan pada 3 hari pertama upacara adat Erau. 

Eitss, tidak hanya sampai di sini, lho. Masih ada serangkaian acara dan ritual lainnya di artikel selanjutnya. Jadi, jangan sampai lewatin artikel nanti ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *