Budaya Kebanggaan Indonesia: Upacara Adat Erau di Kutai Kartanegara

Telah tercatat sebagai warisan budaya nasional, serta sudah menjadi festival budaya yang dinikmati masyarakat dunia. Upacara adat Erau akan selalu menjadi tradisi yang dibanggakan oleh rakyat Indonesia.

For your information, buat kamu yang belum tahu banyak tentang budaya yang ikonik ini. Ada informasi penting yang wajib kamu ketahui. Upacara adat yang berasal dari Kabupaten Kutai Kartanegara ini ternyata telah berusia sekitar 700 tahun, lho. 

Makanya, budaya ini pantes banget buat dilestarikan!

Upacara adat Erau kini sudah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Nasional di tahun 2016 dengan nomor daftar 

201600400.

Meskipun sebetulnya upacara adat Erau ini sudah diajukan untuk menjadi warisan budaya nasional itu dari tahun 2011 dengan nomor 2011001205. 

Selama proses pengajuan Erau sebagai warisan budaya Nasional hingga ditetapkannya, pemerintah Kabupaten Kutai telah melakukan langkah nyata untuk mendukung Erau agar terus terjaga dan mendapat atensi dunia. 

Langkah pertama yang dilakukan oleh pemerintah sekitar, yaitu Erau bergabung bersama CIOFF (International Council of Organizations of Folklore 

Festivals and Folk Arts). 

Erau yang merupakan serangkaian upacara adat kini dapat disaksikan dalam bentuk festival budaya. Diadakan setiap 2 tahun sekali dengan tajuk Erau International Folklore and Art Festival atau jika disingkat: EIFAF.

EIFAF pertama kali digelar pada tahun 2012, dengan turut mengundang delegasi 

dari berbagai negara. Negara-negara seperti Bulgaria, Rusia, Amerika Serikat, Taiwan Hungaria, Mexico, Turki, India dan Ceko pernah terlibat ikut serta dalam festival budaya ini.

Untuk menunjang serta mempermudah proses penetapan Erau sebagai warisan budaya nasional, rilislah sebuah sebuah film yang diadaptasi dari sebuah novel yang mengangkat upacara adat ini dalam ceritanya. 

Novel dan film yang berjudul sama, yakni “Erau Kota Raja”, membantu dalam mempromosikan budaya Erau kepada masyarakat. Film ini, didukung juga oleh 

Bupati Kutai Kartanegara. 

Hal ini membuktikan bahwa antusias pemerintah setempat untuk melestarikan budaya Erau tersebut sangatlah tinggi.

Tercatat pada tahun 2015, Erau berhasil menarik wisatawan mancanegara sebanyak 1.450.748 orang. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia periode 2014 – 2019, Bapak Arie Yahya. 

Di tahun 2016, Erau pernah mendapatkan Anugrah Pesona Indonesia. Berlanjut 2 tahun kemudian, yakni tahun 2018, Erau masuk menjadi bagian dari 100 event pilihan dalam Wonder Event Indonesia yang dibuat oleh Kementerian Pariwisata. 

Sejak tahun 2002, Upacara Erau berlangsung di dalam keraton yang telah dihidupkan kembali atas inisiatif Bupati Kutai Kartanegara periode 1999 – 2004, Syaukani HR. 

Pada tahun yang sama, dilakukan pula proses pengangkatan Putra Mahkota Kesultanan yakni, Sultan Adji Muhamammad Salehoeddin II sebagai sultan berikutnya. 

Keraton yang digunakan untuk upacara Erau bukan hanya sebagai museum memorial, tapi juga sebagai tempat tinggal Sultan saat ini. Telah direnovasi pada tahun 1936. Keraton tersebut juga menjadi saksi sejarah dari perjalanan panjang Erau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *