Mengenal Upacara Adat Erau: Festival Budaya Tertua di Indonesia!

Berbicara budaya, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki banyak sekali budaya. Tak heran, sebab negeri ini memang mempunyai banyak suku yang melahirkan budayanya masing-masing.

Tak tertinggal Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. Masyarakat di sana memiliki budaya yang bahkan telah dikenal dunia, lho. Mungkin kamu pernah denger upacara adat Erau?

Ya. Kalo kamu seorang pencinta budaya tradisional, mungkin nggak asing sama upacara adat yang satu ini. Nah, nggak usah lama-lama lagi, mari kita bahas budaya asal tanah Kutai, upacara adat Erau. Berikut ulasannya:

Mengenal Festival Budaya Asal Tanah Kutai: Erau

Festival Budaya Erau adalah sebuah upacara adat yang telah diselenggarakan sejak tahun 1300-an. Pertama kali digelar saat penobatan Raja Adji Batara Agung Dewa Sakti sebagai raja dari Kutai Kartanegara.

Erau sendiri diambil dari bahasa Kutai dari akar kata “eroh” yang memiliki arti riuh, gembira, dan penuh suka cita. 

Selain dari kata “eroh”, istilah Erau pun diambil dari kata “teberau” yang berarti ramai. Maknanya, Erau adalah sebuah upacara yang ramai dihadiri oleh masyarakat, serta penuh sukacita. 

Dahulu upacara adat ini dilaksanakan selama 40 hari 40 malam, lho. Namun, seiring berjalannya waktu, upacara adat Erau diselenggarakan hanya dalam kurun waktu 8 hari 8 malam.

Upacara adat ini bertujuan untuk menobatkan seorang raja, pemberian gelar kepada tokoh-tokoh masyarakat, dan juga untuk menelah raja, tanah, air, serta hutan di tanah Kutai. 

Karena dalam keyakinan masyarakat sekitar, upacara adat Erau ini mengantarkan kedamaian dan kemakmuran. Lahan-lahan persawahan, ladang, hutan, dan perairan pun akan disuburkan.

Hingga saat ini, upacara adat Erau masih diselenggarakan oleh pemerintahan Kutai. Meski awalnya tradisi ini sempat terhenti pada tahun 1965. Itulah terakhir kalinya Kerajaan Kutai mengadakan Erau. 

Namun akhirnya, pada tahun 1971, pemerintahan daerah kemudian menyelenggarakan kembali upacara adat Erau ini dengan beberapa persyaratan. Dengan pelaksanaan dalam waktu 2 tahun sekali.

Upacara adat ini sekarang telah menjadi festival budaya. Sempat diselenggarakan setiap tanggal 29 September, bertepatan dengan hari ulang tahun Kota Tenggarong. Namun, pada tahun 2010 gelaran festival budaya Erau beralih ke bulan Juli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *